Teori Organisasi Umum 2
Nama : Sulaiman
Kelas : 2ka35
Npm : 18113682
Kelas : 2ka35
Npm : 18113682
Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Pengertian perubahan dan pengembangan Organisasi
·
Perubahan organisasi
Perubahan adalah
hal yang pasti akan dilakukan oleh setiap organisasi di dunia ini untuk menjaga
eksistensinya, akibat perubahan zaman. Perubahan atau berubah secara etimologis
dapat bermakna sebagai usaha atau perbuatan untuk membuat sesuatu berbeda dari
sebelumnya. Dalam istilah perubahan organisasi, dikenal juga istilah serupa
yaitu change interventation adalah sebuah rancangan aksi atau tindakan untuk
membuat inovasi dan merubah sesuatu menjadi berbeda.
Perubahan
organisasi adalah upaya masyarakat dalam organisasi tersebut, bekerja sama
dalam mencapai suatu tujuan yang sama, dengan melakukan perubahan-perubahan
organisasi dalam berbagai aspek. Factor-faktor dalam perubahan organisasi:
a.
Faktor Ekstern
Adalah penyebab
perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi
bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh
karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa
adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu
terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan
organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor
ekonomi dan peraturan pemerintah.
b.
Faktor Intern
Adalah penyebab
perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat
berasal dari berbagai sumber antara lain:
1.
Problem hubungan antar anggota
2.
Problem dalam proses kerja sama
3.
Problem keuangan
·
Perkembangan organisasi
Sebuah organisasi sangatlah perlu
mengalami sebuah perkembangan, karena suatu organisasi dapat dikatakan berhasil
saat organisasi tersebut berkembang ke arah yang positif, sehingga rakyat yang
tergabung dalam organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya. Dan dalam suatu
perkembangan organisasi memerlukan penyesuaian sistem pada organisasi tersebut
dalam mengikuti perubahan zaman. Dan perkembangan suatu organisasi juga dapat
dijadika paramater bagi organisasi tersebut, apakah organisasi tersebut dapat
tetap eksis dan mengayomi masyarakat organisasi tersebut dalam menghadapi
perkembangan zaman. Jika sebuah organisasi sudah tidak bisa mengayomi atau
gagal dalam mencapai tujuan dari masyarakat dari organsasi tersebut maka,
organisasi tersebut adalah organisasi yang telah gagal dalam perkembangannya.
Langkah - langkah perubahan organisasi
Perubahan
organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan,
maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun
sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan
suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa
keseluruhan tujuan dari suatu organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :
1.
Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat
dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari
pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan
yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain
politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan
tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat
negatif maupun positif.
2.
Mengadakan Identifikasi
Yang perlu
diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi.
Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti
secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
3.
Menetapkan Perubahan
Sebelum
langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih
dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan
kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta
pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
4.
Menentukan Strategi
Apabila pimpinan
organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin
organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5.
Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui
apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan
penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh
postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
Dikaitkan dengan konsep
‘globalisasi”, maka Michael Hammer dan James Champy menuliskan bahwa ekonomi
global berdampak terhadap 3 C, yaitu customer,
competition, dan change. Pelanggan menjadi penentu, pesaing makin banyak, dan
perubahan menjadi konstan.
Resistensi
Individual, Karena persoalan kepribadian, persepsi, dan kebutuhan, maka
individu punya potensi sebagai sumber penolakan atas perubahan :
·
Kebiasaan
merupakan pola
tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita.
Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman, menyenangkan. Begitu terus kita
lakukan sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika perubahan berpengaruh
besar terhadap pola kehidupan tadi maka muncul mekanisme diri.
·
Rasa Aman
kondisi sekarang
sudah memberikan rasa aman, dan karyawan memiliki kebutuhan akan rasa aman
relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat
karya ke padat modal memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai.
·
Ekonomi.
Faktor lain sebagai
sumber penolakan atas perubahan adalah soal menurun-nya pendapatan.
·
Takut akan sesuatu yang tidak
diketahui.
Sebagian besar
perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak
pastian dan keragu-raguan. Kalau kondisi sekarang sudah pasti dan kondisi nanti
setelah perubahan belum pasti, maka orang akan cenderung memilih kondisi
sekarang dan menolak perubahan.
Perencanaan strategi perkembangan organisasi
Perencanaan
strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh,
memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan
bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu
tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Hasil dari proses
perencanaan strategi berupa dokumen yang dinamakanstrategic plan yang berisi
informasi tentang program-program beberapa tahunyang akan datang. Manajer
memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis.
Perencanaan strategis ini akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi
dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.
Ada 2 (dua) alasan
yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :
·
memberikan kerangka dasar dalam mana
semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.
·
akan mempermudah pemahaman
bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
Dengan adanya
perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan
memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat
mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.
Tiap penerapan
perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan,situasi dan kondisi
setempat. Meskipun demikian, secara umum proses perencanaan strategis memuat
unsur-unsur:
·
perumusan visi dan misi,
·
pengkajian lingkungan eksternal,
·
pengkajian lingkungan internal,
·
perumusan isu-isu strategis,
·
penyusunan strategi pengembangan
(yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran).
Implikasi manajerial
Sebab yang terjadi
karena adanya perubahan dan pengembangan organisasi adalah sebuah organisasi
tersebut akan mengalami peningkatan baik dalam kinerja maupun hal lainnya,
organisasi tersebut juga tidak akan diam/stuck di dalam suatu posisi melainkan
terus berkembang semakin hari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar