Teori Organisasi Umum
2
Nama : Sulaiman
Kelas : 2ka35
Npm : 18113682
Kelas : 2ka35
Npm : 18113682
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
Definisi dan Dasar
Pengambilan Keputusan.
Pengambilan keputusan dapat dianggap
sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa
pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang
tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan
final. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau
tindakan.
Dasar Pengambilan Keputusan, Menurut
George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan adalah :
1.
Intuisi.
Suatu proses bawah sadar/tdk sadar
yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi. Pengambilan
keputusan yang berdasarkan atas intusi atau perasaan memiliki sifat subjektif,
sehingga mudah terkena pengaruh.
2.
Pengalaman.
Pengambilan keputusan berdasarkan
pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis. Karena pengalaman
seseorang dapat mempekira-kan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya,
baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan. Karena pengalaman,
seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja
mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.
3.
Fakta.
Pengambilan keputusan berdasarkan
fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik. Dengan
fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih
tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat dengan
rela dan lapang dada.
4.
Wewenang.
Pengambilan keputusan berdasarkan
wewenang biasanya dilakukan oleh pim-pinan terhadap bawahannya atau orang yang
lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya.
Pengambilan keputusan berdasarkan we-wenang juga memiliki beberapa kelebihan
dan kelemahan.
5.
Rasional
Pada pengambilan keputusan yg
berdasar-kan rasional, keputusan yg dihasilkan ber-sifat objektif, logis, lebih
transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala
tertentu, shg dpt dikatakan mendekati kebenaran atau se-suai dgn apa yg
diinginkan.
Jenis-Jenis
Keputusan Organisasi.
1.
Berdasarkan program atau regularitas :
·
Pengambilan keputusan terprogram atau terstruktur, yaitu
pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas, berulang-ulang, dan cara
menanganinya telah ditentukan.
·
Pengambilan Keputusan Tidak Terprogram Tidak Terstruktur adalah
pengambilan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga me-merlukan
pemecahan khusus.
·
Manajemen operasional, yaitu berkaitan dengan kegiatan
operasional (kegiatan operasi harian). Keputusan yang diambil pada
manajemen operasional disebut keputusan operasional.
2.
Berdasarkan Tipe Persoalan :
·
Keputusan internal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan
dengan kegiatan rutin/operasional seperti : pembelian bahan baku, penentuan
jadwal produksi.
·
Keputusan internal jangka panjang, yaitu keputusan yang
berkaitan dengan perma-salahan organisasional seperti : perombak-an struktur
organisasi, perubahan departemen.
·
Keputusan Eksternal Jangka Pendek, yaitu kepu-tusan yang
berkaitan dengan semua persoalan yg berdampak dgn lingkungan dalam rentang
waktu yang relatif pendek, seperti : mencari subkontrak untuk suatu permintaan
khusus.
·
Keputusan Eksternal Jangka Panjang, yaitu kepu-tusan yg
berkaitan dengan semua persoalan dgn lingkungan dalam rentang waktu yg relatif
pan-jang, seperti : merger dengan perusahaan lain dan ini bersifat strategis.
3.
Berdasarkan lingkungannya :
·
Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti, yaitu pengambilan
keputusan dimana berlangsung hal-hal :
·
Alternatif yg harus dipilih hanya memiliki satu
konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti hasil dari setiap alternatif
tindakan tersebut dapat ditentukan dengan pasti.
·
Keputusan yg diambil didukung oleh informasi/data yg lengkap,
shg dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yg dilakukan.
·
Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui
apa yg akan terjadi di masa yg akan datang.
·
Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut
masalah rutin, karena kejadian tertentu di masa yang akan datang dijamin
terjadi.
·
Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam
kasus/model yg beresifat deterministik.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan.
1.
Posisi/kedudukan sesesorang :
·
Letak posisi.
·
Tingkatan posisi
2.
Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang men-jadi penghalang untuk
mencapai tujuan, yg merupakan penyimpangan dari apa yg diharapkan, direncanakan
atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
3.
Situasi
Keseluruhan faktor-faktor dalam
keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama
memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
4.
Kondisi
Keseluruhan dari faktor-faktor yang
secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita.
Sebagian besar faktor-faktor tsb merupakan sumberdaya (resourches).
5.
Tujuan
Tujuan yg hendak dicapai, baik tujuan
per-orangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha,
pada umumnya telah tertentu/telah ditentukan. Tujuan yang telah
ditentukan dalam pengambilan keputus-an merupakan tujuan antara atau objective.
Implikasi
Manajerial.
Gaya pengambilan keputusan.
1.
Gaya Direktif (Pengarahan).
adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan
ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional.
2.
Gaya Analitis.
adalah suatu gaya pengambilan
keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan
cara berpikirnya rasional.
3.
Gaya Konseptual.
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang
tinggi untuk ambiquitas /ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi
juga.
4.
Gaya Perilaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar