Teori Organisasi Umum 2
Nama : Sulaiman
Kelas : 2ka35
Npm : 18113682
Npm : 18113682
Desain dan Struktur
Organisasi
Dimensi struktur organisasi
Pengertian dari
struktur itu sendiri adalah suatu cara penyusunan atau dibangun. Sedangkan
organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya 2 orang atau lebih untuk mencapai
tujuan yang sama. Dan struktur organisasi itu adalah suatu susunan serta
hubungan antara tiap bagian pada posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalin
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang sama.
·
Formalisasi
Formalisasi mengacu
derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan,
ditulis, dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat
prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam
organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin
ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan spesialisasi kerja
yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen
berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
·
Sentralisasi
Merupakan dimensi
struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil
keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan 4 desain
keputusan yaitu, semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi.
Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi.
Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar
sentralisasi. Semakin luas rentang kendali, semakin sentralisasi.
·
Kerumitan
Kerumitan
(complexity) merupakan suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah
pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
Departementalisasi
Departementalisasi
merupakan proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa
bentuk departementalisasi adalah :
1.
Fungsi.
2.
Produk atau
jasa.
3.
Wilayah.
4.
Langganan.
5.
Proses atau
peralatan.
6.
Waktu.
7.
Pelayanan.
8.
Alpa-numeral.
9.
Proyek atau
matriks.
·
Departementalisasi Fungsional
mengelompokkan
fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu
satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang
paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan
fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi
utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian
organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen lebih ketat terhadap
fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional memiliki berbagai kelemahan. Struktur
fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan
kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan
tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta
kurang inovatif.
·
Departementalisasi Divisional
organisasi divisional
dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis),
langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar
produk. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan
produk yang berhubungan (garis produk).
·
Divisionalisasi produk
adalah pola logika
yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan
metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam
organisasi. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.
Departementalisasi wilayah, kadang-kadang juga disebut departementalisasi
daerah, regional atau geografis, adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut
tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan
usahanya.
Model-model desain organisasi
Model desain
organisasi terdiri dari 2 model, yaitu :
·
Desain Organisasi Mekanistik
1.
Proses kepemimpinan tidak mencakup
persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
2.
Proses motivasi hanya menyadap motif
fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
3.
Proses komunikasi berlangsung
sedemikian rupa, sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu
tidak akurat.
4.
Proses interaksi bersifat tertutup
dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode
departemental.
5.
Proses pengambilan keputusan hanya
ditingkat atas, keputusan relatif.
6.
Proses penyusun tujuan dilakukan di
tingkat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
7.
Proses kendali dipusatkan dan
menekankan upaya memperhalus kesalahan.
·
Desain Organisasi Organik
1.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi
tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala
persoalan.
2.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi
melalui metode partisipasi.
3.
Proses komunikasi berlangsung
sedemikian rupa, sehingga informasi mengalir secara bebas ke seluruh organisasi
yaitu ke atas, ke bawah, dan ke samping.
4.
Proses interaksi bersifat terbuka dan
ekstensif, baik atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode
parmental.
5.
Proses pengambilan keputusan
dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
6.
Proses penyusunan tujuan mendorong
timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
7.
Proses kendali menyebar keseluruh
organisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi
yang efektif tidak berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan
manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain
organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit didalamnya.
Implikasi Manajerial desain dan struktur organisasi
Dapat menghasilkan
struktur atau susunan yang berkualitas dalam suatu organisasi, karena ada teori
yang mengatakan posisi adalah kualitas, maka setiap orang yang menempati posisi
yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam
suatu organisasi tersebut. Itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial
desain dan struktur organisasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar