1. DEFINISI BUDAYA
Definisi ‘ Kebudayaan ‘ yang dikemukakan oleh Prof. DR
Koentjoroningrat adalah Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, danhasil
karya manusia, dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar. Ini berarti bahwa hampir semua tindakan manusia adalah
Kebudayaan. Karena amat sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.
Masing-masing Individu mempunyai gagasan sendiri-sendiri, pada
saat mereka bertemu satu dengan yang lain terjadi interaksi dalam gagasan atau
pemikiran yang akhirnya dapat membuahkan gagasan kolektif biasanya
terumuskan dan tersimpan dalam bahasa dari masyarakat yang
bersangkutan, dan demikian dapat dilanjutkan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian bila generasi warga masyarakat yang
bersangkutan telah meninggal dapat dilanjutkan kepada generasi berikutnya (
Definisi Kebudayaan menurut Durkheim).
Masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain juga berbeda
dalam kebudayaannya, misalnya kebudayaan suku Jawa akan berbeda dengan suku
Bali, Batak Banjar, mentawaian, maupun suku-suku yang lain. Namun kebaikan yang
dimiliki oleh bangsa Indonesia bahwa dengan perbedaan yang mereka miliki malah
saling mengisi, melengkapi dan dapat bekerja sama .
Disisi lain karena mengetahui keaneka ragaman karakteristik/
kebudayaan maka akan semakin tahu apa yang dimaksud keindahan bangsa Indonesia,
dengan demikian akan mendorong timbulnya rasa kebangsaan, nasionalisme,
patriotisme hingga dapat memperkokoh jati diri bangsa .
Jatidiri bangsa diperoleh dari jati diri masyarakat akan rasa
cintanya terhadap daerahnya, rasa bangga terhadap daerahnya, yang akhirnya
dengan segala potensi yang dimiliki disumbangkan untuk mengisi program-program
pembangunan yang telah direncanakan.
2. KEANEKARAGAMAN LINGKUNGAN BUDAYA
Berbicara masalah Lingkungan Budaya di suatu daerah, tidak
bisa terlepas dari keaneka ragaman suku-suku bangsa dan bahasa daerah
di Indonesia .
Menurut Prof.DR. Koentjaraningrrat suku bangsa adalah satuan
–satuan manusia atau kolektif yang terikat oleh kesadaran dankekuatan atau
kesatuan kebudayaan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, kepulauan
Indonesia terdiridari 13.000 pulau besar maupun kecil oleh 316 suku bangsa yang
menggunakan ± 250 bahasa daerah.
Keanekaragaman kehidupan masyarakat Indonesia selain
menyebabkan perbedaan-perbedaan budaya juga memperlihatkan kesamaan-kesamaan.
Perbedaan budaya yang ada terjadi karena
beberapa hal :
1. Keadaan dan letak geografis
Keadaan geografis ini menyebabkan terbentuknya masyarakat
pedesaan, pegunungan, pesisir, perkotaan dan masyarakat terpencil.
2. Latar belakang sejarah.
Masing-msing wilayah mempunyai sejarah yang berbeda, karena
pengaruh budaya luar yang masuk juga berbeda-beda.
3. Masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Meraoke terdiri
dari berbagai macam ras .
Faktor-faktor di atas menimbulkan perbedaan dalam bahsa,
sistem mata pencaharian, adat istiadat, bentuk rumah, dan kesenian, yang
tiap-tiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah yang lain .
Penggambaran di atas juga terjadi di tiap-tiap daerah, baik
itu dalam lingkup Suku bangsa, maupun dalam lingkup Propinsi, walaupun ada
beberapa kesamaan.
Di lingkup Propinsi Jawa Timur misalnya, Kabupaten Ponorogo
sudah berbeda dengan masyarakat Madura, atau Madura dengan Surabaya, Malang
dengan Tulungagung dan seterusnya.
3. PENGERTIAN Lingkungan Budaya
Menurut SK Mendikbud RI No. 0222.c/0/1980, tanggal
11 September 1980, Lingkungan Budaya adalah Lingkungan yang
berisikan berbagai paham/keyakinan serta komponen karya manusia sebagai hasil
aktivitas dan interaksi yang terjadi selama kurun waktu tertentu
membentuk tatanan masyarakat .
Apabila diperjelas
pengertiannya, Lingkungan Budaya meliputi :
- Pahan/keyakinan yang meliputi adat istiadat, norma,nilai-nilai
, agama, dan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari
- Komponen karya manusia yang dipergunakan untuk keperluan
hidup sehari-hari, meliputi peralatan yang dipergunakan, mata pencahariannya,
bentuk dan jenis makanan dan minumannya, busananya, serta
pemukimannya .
- Bentuk interaksi antar manusia,dan budaya sekitarnya.
Adapun Ruang Lingkup Lingkungan Budaya menurut SK
Mendikbud RI No. 0222.c/0/1980, tanggal 11 September 1980 adalah :
1.
Pola Lingkungan
2.
Budaya Hubungan antar budaya
3.
Pengamatan Perubahan Lingkungan
Dari ketiga bidang ini apabila dijelaskan satu persatu
sangatlah panjang, namun terbentuknya suatu budaya baik itu berupa
adat istiadat, norma, komponen karya manusia sampai interaksi seperti tersebut
di atas terjadi dan dipelajari pada bidang Pengamatan Perubahan
Lingkungan Budaya. Contoh dalam hal ini adalah Pakaian Adat suatu
daerah terbentuk dari proses Asimilasi budaya yang panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar