Kamis, 12 Juni 2014

Artikel IBD tentang "Lingkungan"

1. DEFINISI BUDAYA

Definisi ‘ Kebudayaan ‘ yang dikemukakan oleh Prof. DR Koentjoroningrat adalah Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, danhasil karya manusia, dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Ini berarti bahwa hampir semua tindakan manusia adalah Kebudayaan. Karena amat sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.
Masing-masing Individu mempunyai gagasan sendiri-sendiri, pada saat mereka bertemu satu dengan yang lain terjadi interaksi dalam gagasan atau pemikiran yang akhirnya dapat membuahkan gagasan kolektif biasanya terumuskan dan tersimpan dalam bahasa dari masyarakat yang bersangkutan, dan demikian dapat dilanjutkan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian bila generasi warga masyarakat yang bersangkutan telah meninggal dapat dilanjutkan kepada generasi berikutnya ( Definisi Kebudayaan menurut Durkheim).
Masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain juga berbeda dalam kebudayaannya, misalnya kebudayaan suku Jawa akan berbeda dengan suku Bali, Batak Banjar, mentawaian, maupun suku-suku yang lain. Namun kebaikan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bahwa dengan perbedaan yang mereka miliki malah saling mengisi, melengkapi dan dapat bekerja sama .
Disisi lain karena mengetahui keaneka ragaman karakteristik/ kebudayaan maka akan semakin tahu apa yang dimaksud keindahan bangsa Indonesia, dengan demikian akan mendorong timbulnya rasa kebangsaan, nasionalisme, patriotisme hingga dapat memperkokoh jati diri bangsa .
Jatidiri bangsa diperoleh dari jati diri masyarakat akan rasa cintanya terhadap daerahnya, rasa bangga terhadap daerahnya, yang akhirnya dengan segala potensi yang dimiliki disumbangkan untuk mengisi program-program pembangunan yang telah direncanakan.

2. KEANEKARAGAMAN LINGKUNGAN BUDAYA
Berbicara masalah Lingkungan Budaya di suatu daerah, tidak bisa terlepas dari keaneka ragaman suku-suku bangsa dan bahasa daerah di Indonesia .
Menurut Prof.DR. Koentjaraningrrat suku bangsa adalah satuan –satuan manusia atau kolektif yang terikat oleh kesadaran dankekuatan atau kesatuan kebudayaan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, kepulauan Indonesia terdiridari 13.000 pulau besar maupun kecil oleh 316 suku bangsa yang menggunakan ± 250 bahasa daerah.
Keanekaragaman kehidupan masyarakat Indonesia selain menyebabkan perbedaan-perbedaan budaya juga memperlihatkan kesamaan-kesamaan.

Perbedaan budaya yang ada terjadi karena beberapa hal :
1. Keadaan dan letak geografis
Keadaan geografis ini menyebabkan terbentuknya masyarakat pedesaan, pegunungan, pesisir, perkotaan dan masyarakat terpencil.
2. Latar belakang sejarah.
Masing-msing wilayah mempunyai sejarah yang berbeda, karena pengaruh budaya luar yang masuk juga berbeda-beda.
3. Masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Meraoke terdiri dari berbagai macam ras .
Faktor-faktor di atas menimbulkan perbedaan dalam bahsa, sistem mata pencaharian, adat istiadat, bentuk rumah, dan kesenian, yang tiap-tiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah yang lain .
Penggambaran di atas juga terjadi di tiap-tiap daerah, baik itu dalam lingkup Suku bangsa, maupun dalam lingkup Propinsi, walaupun ada beberapa kesamaan.
Di lingkup Propinsi Jawa Timur misalnya, Kabupaten Ponorogo sudah berbeda dengan masyarakat Madura, atau Madura dengan Surabaya, Malang dengan Tulungagung dan seterusnya.

3. PENGERTIAN Lingkungan Budaya
Menurut SK Mendikbud RI No. 0222.c/0/1980, tanggal 11 September 1980, Lingkungan Budaya adalah Lingkungan yang berisikan berbagai paham/keyakinan serta komponen karya manusia sebagai hasil aktivitas dan interaksi yang terjadi selama kurun waktu tertentu membentuk tatanan masyarakat .
Apabila diperjelas pengertiannya, Lingkungan Budaya meliputi :
- Pahan/keyakinan yang meliputi adat istiadat, norma,nilai-nilai , agama, dan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari
- Komponen karya manusia yang dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari, meliputi peralatan yang dipergunakan, mata pencahariannya, bentuk dan jenis makanan dan minumannya, busananya, serta pemukimannya .
- Bentuk interaksi antar manusia,dan budaya sekitarnya.
Adapun Ruang Lingkup Lingkungan Budaya menurut SK Mendikbud RI No. 0222.c/0/1980, tanggal 11 September 1980 adalah :
1.     Pola Lingkungan
2.    Budaya Hubungan antar budaya
3.    Pengamatan Perubahan Lingkungan

Dari ketiga bidang ini apabila dijelaskan satu persatu sangatlah panjang, namun terbentuknya suatu budaya baik itu berupa adat istiadat, norma, komponen karya manusia sampai interaksi seperti tersebut di atas terjadi dan dipelajari pada bidang Pengamatan Perubahan Lingkungan Budaya. Contoh dalam hal ini adalah Pakaian Adat suatu daerah terbentuk dari proses Asimilasi budaya yang panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar