Pertemuan 1.
Soal :
1. Bagaimana proses berpikir ilmiah dikaitkan
dengan penalaran itu sendiri?
2. Carilah sikap-sikap ilmiah yang ada kaitannya
dengan metode ilmiah dan berikan contohnya!
3. Bedakan ada berapa macam karangan dan berikan contohnya!
Jawab :
1. Ketika anak batitanya mengambil sebuah pisau,
seorang ibu langsung berusaha untuk mengambil sebilah pisau dari si anak,
karena sang Ibu berfikir pisau dapat membahayakan si anak. Kegiatan berfikir
sang ibu belum dapat dikategorikan sebagai kegiatan ilmiah karena ibu hanya
mengira-ngira atau mempergunakan perasaan dalam kegiatan berfikirnya. Berbeda
dengan seorang mahasiswa psikologi yang dengan sengaja memberikan sebilah pisau
kepada anak batita dalam rangka untuk mengetahui bagaimana sistem reflek si
batita dalam mempergunakan pisau. Mahasiswa memiliki alasan yang jelas yakni
ingin mendapatkan pengetahuan tentang kemampuan seorang anak kecil, sehingga
memungkinkan kegiatannya disebut berfikir ilmiah. Lalu apa saja yang
memungkinkan kegiatan mahasiswa psikologi disebut sebagai berfikir ilmiah?
Pertama, perlu
dipahami bahwa kegiatan penalaran adalah proses berfikir yang membuahkan sebuah
pengetahuan. Selain itu, melalui proses penalaran atau berfikir ilmiah berusaha
mendapatkan sebuah kebenaran. Untuk mendapatkan sebuah kebenaran, kegiatan penalaran
harus memehuni dua persyaratan penting, yakni logis dan analitis.
Syarat pertama
adalah logis, dengan kata lain kegiatan berfikir ilmiah harus mengikuti suatu
aturan atau memenuhi pola pikir (logika) tertentu. Kegiatan penalaran yang
digunakan si mahasiswa disebut logis karena ia memehuni suatu pola fikir
induktifis atau pola fikir dengan menggunakan observasi individual untuk
mendapatkan pengetahuan yang lebih general, dengan cara mengamati refleks si
batita ketika diberikan sebilah pisau. Syarat kedua bagi kegiatan penalaran
adalah analitis, atau melibatkan suatu analisa dengan menggunakan pola fikir (logika) tersebut di atas. Ini
berarti, jika si mahasiswa psikologi hanya melihat si anak saat diberikan
sebilah pisau tanpa melakukan analisa apa yang terjadi setelah itu dan tidak
menggunakan pola fikir induktifisme dalam analisanya, maka kegiatannya itu
belum dapat disebut sebagai sebuah penalaran atau kegiatan berfikir ilmiah.
Dari penjelasan dan contoh di atas, dapatlah diketahui bahwa dalam proses berfikir kita sehari-hari, kita dapat membedakan berfikir ilmiah dari kegiatan yang lain, yaitu berfikir non-ilmiah. Pada penjelasan lebih lanjut, para filosof atau para pemikir menyimpulkan bahwa kegiatan berfikir ilmiah didapatkan melalui rasio dan indera (juga pengalaman) manusia sehari-hari.
Dari penjelasan dan contoh di atas, dapatlah diketahui bahwa dalam proses berfikir kita sehari-hari, kita dapat membedakan berfikir ilmiah dari kegiatan yang lain, yaitu berfikir non-ilmiah. Pada penjelasan lebih lanjut, para filosof atau para pemikir menyimpulkan bahwa kegiatan berfikir ilmiah didapatkan melalui rasio dan indera (juga pengalaman) manusia sehari-hari.
2. Sikap - sikap ilmiah yang dimaksud sebagai berikut
· Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
·
Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi
sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding
kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan
sebagainya.
·
Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan
pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada
akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut
tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
·
Sikap Objektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa
adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
·
Sikap Rela Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada
kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat
yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
·
Sikap Berani Mempertahankan Kebenaran
Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil
temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan
teori atau dalil yang ada.
·
Sikap Menjangkau ke Depan
Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan
hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
Kaitan Sikap Ilmiah dengan Metode Ilmiah
Sikap ilmiah menuntut orang untuk berfikir dengan sikap
tertentu. Dari sikap tersebut orang dituntut dengan cara tertentu untuk
menghasilkan ilmu pengetahuan. selanjutnya cara tertentu itu disebut metode
ilmiah. Jadi dengan sikap ilmiah dan metode ilmiah diharapkan dapat menyusun ilmu
pengetahuan secara sistematik dan runtun.
Dan berikut adalah contoh sikap ilmiah :
Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu
burung mempuyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak segera mengatakan
semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup kuat
mendukung kesimpulan tersebut.
3. Karangan dapat dibagi beberapa macam, yaitu :
· Karangan Narasi
· Karangan Narasi
Karangan narasi ialah yang menceritakan suatu peristiwa atau
kejadian yang didalamya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi
tidak memiliki kalimat utama.
Contoh : biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
Di sore hari menjelang maghrib gadis kecil yang
imut,cantik,berkerudung merah itu bernama Alisya.Ia terus memandangi lautan
yang biru,gulungan riak-riak ombak kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan
hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus
menyapu lembut kulit kakinya,dan deburan suara ombak mengisiki telinganya.
Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut yang
semakin biru sampai ambang cakrawala.Ia memandangi nelayan yang tengah menepi.
Memandangi pulau kecil nan jauh di seberang sana. Ia sangat benci laut!
Gadis itu benci laut, karena di sanalah kedua orang tuanya
meninggal beserta adik yang sangat disanginya itu meninggal akibat tenggelamnya
kapal yang ditumpanginya sekitar 3 bulan yang lalu itu.
Hingga saat ini Alisya tak bisa melupakan kejadian
itu,setiap hari ia hanya bisa menangis dan tersenyum kecil mengenang kenagan
terindah keluarganya saat berliburan ke Jepang sebagai hadiah ulang tahun nya
1tahun yang lalu.
·
Karangan Deskripsi
Karangan Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu
objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang
digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau
tempat.
Contoh : Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
Sapi Friesian Holstein adalah sapi yang terkenal karena
produksi susunya yang tinggi yaitu sekitar 6.350 kg per tahun dengan presentase
lemak susu sebesar 3,7 %. Sapi ini berasal dari bagian utara negeri Belanda.
Jenis sapi ini dikatakan tersebar hampir ke seluruh dunia,baik di negara
subtropis maupun tropis.
Sapi ini berciri-ciri warna bulunya hitam putih dengan berat
mencapai 1000kg,dan sapi betina nya sekitar 650kg. Selain sebagai penghasil
susu yang baik, jenis ini baik juga sebagai pedaging.
Di Indonesia saat ini,sapi Friesian Holstein adalah paling
banyak dimanfaatkan sebagai sapi perah. Selain pemakaian sapi perah sebagai
jenis murni,di Indonesia juga terdapat jenis baru yang disebut sapi Grati yaitu
hasil persilangan antara Friesian Holstein dan sapi lokal (peranakan Ongole).
·
Karangan Eksposisi
Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan,
memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai
suatu hal.
Contoh : resep membuat makanan
Cara Membuat Jelly Rainbow
Alat dan Bahan:
- Aneka warna jelly yang dijual di pasaran
- Gula sesuai selera
- 250 ml air untuk setiap warna jelly
- Bermacam-macam cetakan yang menarik
Cara membuat:
1. Rebus jelly bersama air hingga mendidih.
2. Tambahkan gula sesuai selera. Jika Anda tidak
terlalu suka manis, bisa menggantikan dengan gula rendah lemak.
3. Tuang jelly berwarna merah hingga mencapai
seperlima tinggi cetakan. Tunggu hingga sedikit mengeras.
4. Sambil menunggu jelly merah mengeras, buat jelly
berwarna hijau (seperti langkah 1-2). Lalu tuang di atas jelly merah. Pastikan
lapisan jelly merah telah mengeras sebelum dituang.
5. Buat jelly berwarna kuning, pink, dan ungu
seperti langkah 1-4. Jangan lupa pastikan lapisan jelly sebelumnya telah
mengeras sebelum dituang warna jelly berikutnya.
6. Jika telah mengeras semua, sajikan di piring,
ajak anak dan keluarga Anda untuk menikmatinya.
Meski resep jelly adalah resep lama, tapi Anda bisa mengkreasikan kembali dengan tampilan yang lebih menarik. Selain menarik dang menggugah selera, rainbow jelly juga menyehatkan.
·
Karangan Argumentasi
Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan
atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan,
bukti, dan contoh nyata.
Contoh : Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan
pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
Kapan Pendidikan Gratis Terwujud
Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat
kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan
lain ceritanya.
Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap
mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah
berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan
dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya
masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan
yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan
pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.
Sebaliknya di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman,
sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang tua siswa karena tidak ada
lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa harus puas dengan kondisi
fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak. Di sinilah kita
bertanya,dimanakah peran pemerintah?
·
Karangan Persuasi
Karangan Persuasi adalah bertujuan mempengaruhi pembaca
untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap
motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang
dianjurkan penulis dalam karangannya.
Contoh : pidato, bentuk tulisan berupa iklan dan selebaran,
iklan ditv, dan lain-lain.
Teknologi informasi semakin berkembang pesat seperti halnya
pada internet. Akan tetapi, tidak semua hal yang di dapat dari browsing di
internet bersifat postif. Dengan semakin berkembangnya teknologi , semakin
menurun pula moral , agama dan etika pada anak bangsa akibat salah arah dan
tujuan. Untuk itu SMA 2 Negri Bekasi memiliki solusi mengatasi hal semacam itu
karena SMA 2 Negri Bekasi adalah SMA Negeri plus dengan tambahan agama sebagai
pondasinya. Bagaimana bisa ? tentu bisa. SMA 2 Negri Bekasi dapat mendidik
siswa-siswinya untuk tetap tunduk pada hukum agama dan tentunya tidak
ketinggalan dengan kemajuan teknologi. SMA 2 Negri Bekasi tentu membekali
siswa-siswinya dengan ilmu agama yang cukup dan kemajuan teknologi , SMA 2
Negri Bekasi memiliki program PRODISTIK ITS untuk menunjang pengetahuan tentang
teknologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar